Posted in Olah Raga

Sang Pacar Ikut Panaskan Isu Kepergian Dybala dari Juventus

Sang Pacar Ikut Panaskan Isu Kepergian Dybala dari Juventus Posted on April 21, 2021Leave a comment

Sang Pacar Ikut Panaskan Isu Kepergian Dybala dari Juventus

Spekulasi transfer Paulo Dybala dari Juventus belakangan ini terus menggema di media-media Sosial, terkait itu Oriana Sabatini yang merupakan kekasih dari eks Palermo lantas angkat bicara. Apa katanya?

Seperti diketahui, Dybala yang sudah bergabung dengan Juventus sejak tahun 2015 lalu sebelumnya dikabarkan bakal mendapatkan kontrak baru dari pihak Bianconneri, seiring dengan fakta bahwa kontraknya akan segera berakhir pada tahun 2022 mendatang.

Dalam tawaran kontrak baru tersebut, dikatakan bahwa Juventus menyisipkan klausul kenaikan gaji sebesar 10 Juta Euro per musim atau 2,5 Juta Euro lebih banyak dari gaji yang diterimanya sekarang ini.

Sayang sekali, disebutkan bahwa pemain Argentina itu menginginkan gaji 15 juta Euro per tahun, yang mana ini tentu saja sulit bagi juventus.

Rencana Bianconneri untuk memperbaharui kontrak Dybala pun diyakini batal, dan ini semakin diperkuat dengan sikap sang pemain yang belum lama menghadiri ‘Pesta terlarang’ bersama Winston Kennie.

Spekulasi transfernya semakin memanas, lebih jauh lagi setelah sang kekasih, Oriana Sabatini mengatakan bahwa Dia dan Dybala tidak menikmati waktu-waktu di Turin.

“Masalahnya adalah tidak banyak yang bisa dilakukan di Turin, dan rasanya cukup membosankan,”

“Saat Dybala mendapatkan hari libur, kami pergi ke tempat lain, sebab dia juga ingin melakukan sesuatu. Saya mencoba mengisi waktu dengan mengambil les tinju, memasak, membaca, dan menulis lagu di piano,” tutur Sabatini kepada Gente Magazine.

Lebih lanjut, Sabatini juga berbicara soal ‘Pesta Terlarang’ yang membuat Dybala harus mendapati sanksi suspensi dari pihak Serie A.

“Itu bukan pesta terlarang. Pacar saya berkumpul dengan rekan satu timnya untuk makan malam, yang dilakukan tiap hari Rabu. Hanya orang-orang yang biasanya ikut, bahkan tak sampai 10 orang. Tidak benar kalau disebutnya ada 20 orang.”

“Saya rasa orang-orang hanya ingin membuat kontroversi soal segalanya yang terjadi di sekitaran sepak bola. Yang benarnya, saya bahkan tak tahu bagaimana mereka tahu kalau kami menggelar makan malam bersama,” pungkasnya.

Pesta tersebut dianggap terlarang karena melanggar regulasi Covid-19 yang sedang berlaku di Italia. Tetangga McKennie melaporkan kejadian ke pihak kepolisian setelah melihat sebuah taksi yang berisikan penjuh perempuan tiba di lokasi.

DAFTAR SITUS ONLINE JUDI TERBAIK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *